Label

Tampilkan postingan dengan label Tim Teknis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tim Teknis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

PENANDATANGANAN KONTRAK TENAGA AHLI PENDAMPING PEMASARAN

Oleh: Agung Bagus Armianto, ST (Askot Urban Planner PNPM MP Kota Pekalongan | April 2011 - Oktober 2011)

Tidak mau tertinggal oleh lokasi PLPBK di Jawa Tengah lainnya, Kota Pekalongan berinisiatif melakukan penandatanganan kontrak dengan Tenaga Ahli Pendamping Pemasaran atau sering disingkat TAP. Informasi mengenai waktu pelatihan untuk TAP yang belum dipastikan tidak mempengaruhi niat BKM dan Lurah untuk tetap merekrut TAP sekarang juga. Dan Tim Teknis yang terdiri dari berbagai unsur Pemerintah Kota Pekalongan turut mendukung dengan memfasilitasi kegiatan tersebut di Ruang Rapat BAPPEDA pagi ini, Sabtu 8 Oktober 2011.

Undangan yang terdiri dari Tim Teknis, Lurah Kraton Kidul dan Kramatsari, Koordinator BKM Aji Rasa dan Barokah, Ketua LKM Kelurahan Kraton Kidul dan Kramatsari, Camat Pekalongan Barat, Koordinator PNPM MP, Askot Urban Planner dan Senior Fasilitator serta Faskel UP Tim 1 dan Tim 3 hampir semua hadir menyaksikan proses penandatanganan SPK TAP dari 2 (dua) kelurahan penerima program PLPBK tahun 2009 tersebut.


Acara di buka langsung oleh Koordinator Tim Teknis, bapak Ir. Sochib Rochmat, M.Pi dengan memberikan pengarahan mengenai program PLPBK kepada TAP yang telah direkrut. Kemudian penjelasan mengenai Surat Perjanjian Kerja TAP seperti tugas, target, termijn pembayaran dan sebagainya dilakukan oleh Agung Bagus Armianto, ST selaku Askot Urban Planner yang dilanjut dengan diskusi dan pemberian masukan mengenai kontrak yang telah disusun. Setelah itu para TAP dari 2 (dua) Kelurahan diberi waktu untuk memperkenalkan diri kepada seluruh undangan yang hadir.
Wakil Tim Teknis dari DPUPT bapak Abdul Rosyid, ST menegaskan, "Belajar dari lokasi pilot, kami harap TAP harus fokus pada lokasi dampingan dan tugas yang telah diberikan. Jangan sampai putus di tengah jalan dan tidak mendapatkan hasil apa-apa." 

"Silakan bekerja secara tim karena tentunya akan sangat efektif, akan tetapi jangan dilupakan tanggungjawab tetap kepada nama yang tertera di dalam SPK supaya tidak terjadi ketidakjelasan pada kontrak" tambah bapak Sochib.
Akhirnya dicapai kesepakatan yang tidak merugikan pihak manapun pada acara tersebut, hal itu di buktikan dengan penandatanganan SPK oleh Lurah dan Koordinator BKM selaku Pihak Pertama, TAP selaku Pihak Kedua dan Koordinator PNPM Kota Pekalongan ibu Sri Ratnawati, S.Sos serta Koordinator Tim Teknis selaku pihak yang mengetahui.
Semoga dengan niat dan awal yang baik ini dapat mendukung tercapainya semua target yang telah di tentukan dalam siklus pemasaran program PLPBK di Kota Pekalongan. Ya, bukan sekedar dana untuk pembangunan fisik tetapi dukungan semua pihak untuk perubahan perilaku masyarakat harus diwujudkan.

Rabu, 24 Agustus 2011

EKSPOSE DED DAN RAB

Oleh: Agung Bagus Armianto, ST (Askot Urban Planner PNPM MP Kota Pekalongan | April 2011 - Oktober 2011)

Siklus kegiatan PLPBK di kota Pekalongan telah memasuki tahap pelaksanaan fisik, baik di lokasi pilot maupun lokasi baru (tahun 2009). Proses pelaksanaan fisik kawasan prioritas dengan menggunakan BLM-2 PLPBK akhirnya bisa segera mulai dilakukan. Tiap-tiap Kelurahan yang mendapatkan program PLPBK salah satunya yaitu Kelurahan Kramatsari mulai sibuk mempersiapkan hal-hal yang menjadi persyaratan dalam melakukan kegiatan tersebut, Pembentukan Tim Pelaksana Pembangunan, pembentukan KSM dan kegiatan penguatan kapasitas dengan di fasilitasi tim fasilitator (Tim 1) PNPM MP telah selesai dilaksanakan.

Persiapan lain yang tidak kalah pentingnya adalah penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED). Kegiatan penyusunan ini bertujuan untuk memudahkan KSM dalam melaksanakan kegiatan fisik nantinya. Gambar kerja mulai denah, tampak hingga potongan dipersiapkan dengan matang dan lengkap dengan notasi ukuran maupun jenis bahan. Kemudian Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan mengacu ke analisa tiap-tiap Kota/Kabupaten juga ikut disusun. Hal ini untuk menjadi acuan KSM menyusun proposal dimana harga tersebut nanti di konversi sesuai dengan harga survei di lapangan yang umumnya lebih rendah. Jadwal Pelaksanaan dan RKS juga menjadi bagian dari dokumen DED yang disusun.

Proses penyusunan DED di dalam program PLPBK di Kelurahan Kramatsari di bantu oleh pihak ketiga yang berkompeten mengingat tingkat kesulitan dalam penyusunannya. Gambar serta RAB yang membutuhkan keahlian khusus belum bisa dilaksanakan sendiri oleh masyarakat. Draft DED yang disusun juga dikonsultasikan kepada Konsultan yang dalam hal ini kepada Askot Infra PNPM MP kemudian juga kepada Tim Teknis PLPBK yang terdiri dari unsur-unsur Pemkot Pekalongan.

Pada tanggal 16 Agustus 2011 kemarin bertempat di ruang rapat Bappeda Kota Pekalongan dilakukan proses konsultasi DED oleh BKM Barokah, Lurah dan Konsultan kepada Tim Teknis. Kegiatan yang difasilitasi oleh Tim Teknis tersebut dihadiri Kepala Bappeda Kota Pekalongan dan hampir semua anggota Tim Teknis. Pada kesempatan itu juga Kelurahan Kraton Kidul mendapat kesempatan memaparkan DED yang telah tersusun. Banyak masukan secara teknis maupun non teknis yang di berikan oleh anggota Tim Teknis kepada dokumen DED yang telah tersusun. Mulai dari bentuk dan tipologi bangunan, usulan kegiatan dan kebutuhan ruang yang baru sampai dengan mekanisme pengelolaan kawasan prioritas di soroti oleh Tim Teknis.

Secara umum pekerjaan penyunan DED di Kelurahan Kramatsari masih on the track dan akan di sempurnakan sesuai dengan masukan yang telah diberikan. Memang kendala cukup banyak di lapangan, tetapi tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk segera memperbaiki kualitas lingkungan mereka.