Sabtu, 22 Oktober 2011

MEMASARKAN GAGASAN SOSIAL KAMPUNG EDUKASI KRAMATSARI

Oleh: Agung Bagus Armianto, ST (Askot Urban Planner PNPM MP Kota Pekalongan | April 2011 - Oktober 2011)

Seperti yang selama ini sudah berjalan, Talk Show Radio dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan PNPM MP Kota Pekalongan kembali di laksanakan. Kegiatan yang telah rutin dilakukan di Radio Kota Batik 91.2 FM kali ini mencoba mengangkat tema "Memasarkan Gagasan Sosial Kampung Edukasi Kramatsari". 

Hari Sabtu, 22 Oktober 2011 lalu dengan lama durasi 1 jam mulai pukul 9.00 para narasumber yang hadir yaitu Agung Bagus Armianto, ST (Askot Urban Planner PNPM Kota Pekalongan), Andhiani Manik Kumalasari, SIP (Tenaga Ahli Pemasaran Kelurahan Kramatsari) dan Teguh S.Kom (Koordinator BKM Barokah Kelurahan Kramatsari) membahas mengenai bagaimana kegiatan pemasaran gagasan sosial akan dilaksanakan.
Pada kesempatan itu dijelaskan apa itu Kampung Edukasi Kramatsari dan mengapa diputuskan untuk mengangkat gagasan tersebut. Andhiani juga menceritakan siapa-siapa saja yang dianggap sebagai potential partner dalam mengembangkan gagasan sosial serta teknis-teknis pelaksanaan dalam upaya mencapai target dalam siklus pemasaran program PLPBK.

Dijelaskan juga mengenai lingkup kegiatan pemasaran yang dibagi menjadi pemasaran internal dengan tujuan mendapatkan dukungan masyarakat kelurahan Kramatsari sendiri dan pemasaran eksternal yang bertujuan mendapatkan dukungan incash ataupun inkind dari pihak luar.

Pemerintah Kota Pekalongan sangat mendukung kegiatan dalam mewujudkan gagasan ini, dibuktikan dengan ijin oleh bapak Walikota untuk menggunakan lahan milik pemerintah di kelurahan Kramatsari sebagai salah satu lokasi kawasan prioritas yang akan dibangun. Kemudian Dinas Pendidikan juga telah berkomitmen untuk mendukung kegiatan yang ada di dalam kawasan prioritas itu. Kolaborasi dan sinergi antara lembaga-lembaga pendidikan yang ada di lokasi kelurahan Kramatsari segera akan diwujudkan seiring dengan mulainya pembangunan fisik Kramatsari Education Center.

"Saya sebagai Tenaga Ahli Pemasaran akan bertugas selama enam bulan sesuai kontrak atau sampai tercapainya target yang telah di bebankan. Yang penting dilakukan saat ini yaitu menumbuhkan keyakinan masyarakat bahwa mereka memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik", ujar Andhiani. Teguh S.Kom selaku koordinator BKM Barokah juga sempat menjawab pertanyaan salah satu pendengar mengenai dugaan adanya penarikan dana yang dilakukan kegiatan-kegiatan PNPM MP di Kota Pekalongan. Dijelaskan tidak ada kegiatan BKM di kota Pekalongan dan di Kelurahan Kramatsari pada khususnya yang melakukan hal seperti itu.

Terakhir juga ditegaskan oleh Bagus, "Dana BLM yang diberikan kepada masyarakat bukanlah hadiah untuk mencukupi semua kebutuhan kegiatan melainkan hanya stimulan saja yang seharusnya bisa di lengkapi oleh swadaya masyarakat. Bahkan di program PLPBK selain swadaya, masyarakat juga dilatih untuk mengakses dana ke pihak luar melalui kegiatan pemasaran ini".

Memang tidak dipungkiri, dana sangat penting untuk mewujudkan mimpi Kampung Edukasi ini. Tetapi jangan dilupakan transformasi sosial yang diharapkan dapat terjadi dengan mewujudkan Kramatsari Education Center juga harus dapat benar-benar terlaksana. Mendapatkan kepercayaan dari semua pihak akan gagasan yang di sepakati itu akan berefek pada masuknya dukungan dana dan juga dukungan kebijakan dari Pemerintah Kota.
Semoga segera terwujud cita-cita masyarakat madani di Kelurahan Kramatsari.

 

Senin, 17 Oktober 2011

IJIN PENGGUNAAN LAHAN KAMPUNG EDUKASI KRAMATSARI

Oleh: Agung Bagus Armianto, ST (Askot Urban Planner PNPM MP Kota Pekalongan | April 2011 - Oktober 2011)

Kampung Edukasi Kramatsari, sesuatu cita-cita yang ingin diwujudkan oleh salah satu kelurahan penerima program PLPBK di Kota Pekalongan. Memang bukan suatu mimpi yang mudah untuk dijadikan kenyataan tetapi bukan pula suatu hal yang mustahil untuk diraih. Perlu banyak tindakan nyata dari seluruh pihak yang terlibat di dalamnya mulai dari BKM, TIPP, TP, TPP, tim pendamping, Pemerintah Kota maupun masyarakat di dalam kelurahan itu sendiri. Kebodohan merupakan salah satu penyebab kemiskinan yang oleh sebab itu harus diupayakan penanganannya.

Berangkat dari upaya pengentasan kemiskinan yang cukup banyak tersebar di dalam kelurahan Kramatsari yang di sisi lain ternyata terdapat lembaga-lembaga pendidikan formal terletak di kelurahan tersebut maka dilakukan upaya perubahan yang berfokus pada hal itu. Bagaimana lembaga-lembaga yang ada dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan masyarakat sendiripun tertarik untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Suatu wadah pun di rencanakan untuk menampung aktivitas-aktivitas yang nantinya akan menunjang upaya tadi. Aktivitas yang telah adapun nantinya akan lebih dimaksimalkan untuk mendukung. Kramatsari Education Center, sebuah pusat kegiatan masyarakat berinteraksi secara umum dan melakukan kegiatan yang dapat menambah pengetahuan akan mulai di bangun dalam bulan ini. 

Semua kegiatan persiapan telah dilakukan mulai dari pengukuran lahan sampai dengan sosialisasi ke masyarakat. Yang masih menjadi kendala hanyalah masalah perijinan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi Kramatsari Education Center tersebut. Status lahan yang merupakan lahan eks bengkok merupakan aset milik Pemerintah Kota. Pengajuan perijinan untuk dapat memanfaatkan lahan telah dilakukan dan Tim Teknis pun dengan cepat langsung memfasilitasi BKM Barokah untuk dapat bertemu dengan Walikota Pekalongan. Sabtu, 15 Oktober 2011 yang lalu akhirnya ijin secara lisan telah dikeluarkan oleh bapak dr. H.M Basyir Ahmad. Lewat acara koordinasi yang dihadiri seluruh anggota Tim Teknis serta perwakilan dari Kelurahan Kramatsari, koordinator BKM Barokah, Teguh S.Kom memaparkan rencana kegiatan yang akan ditampung di lahan tersebut. Bagaimana rencana pengelolaan serta target-target pemanfaatan dana juga disampaikan. 

"Ide Kampung Edukasi ini sangat cerdas. Saya mendukung kegiatan yang di fasilitasi PLPBK ini dan proses perijinan segera saja di selesaikan" tegas bapak Walikota.
Bapak Fauzi dari LKM Kelurahan Kramatsari juga mengutarakan permasalahan lain, "Mohon ada dukungan solusi untuk permukiman liar yang menempati lahan irigasi supaya bisa direlokasi." Di akhir acara, Tim Teknis dan undangan yang hadir juga memberi beberapa masukan terkait kegiatan PLPBK di Kelurahan Kramatsari. Satu langkah kembali telah ditempuh dan tentunya masih banyak langkah untuk mewujudkan cita-cita. "Kerjasama dari seluruh pihak terus di bina sehingga permasalahan yang sesulit apapun akan dapat dihadapi bila kita 'keroyok' bersama-sama," papar bapak Walikota juga saat itu.

Jumat, 07 Oktober 2011

PENANDATANGANAN KONTRAK TENAGA AHLI PENDAMPING PEMASARAN

Oleh: Agung Bagus Armianto, ST (Askot Urban Planner PNPM MP Kota Pekalongan | April 2011 - Oktober 2011)

Tidak mau tertinggal oleh lokasi PLPBK di Jawa Tengah lainnya, Kota Pekalongan berinisiatif melakukan penandatanganan kontrak dengan Tenaga Ahli Pendamping Pemasaran atau sering disingkat TAP. Informasi mengenai waktu pelatihan untuk TAP yang belum dipastikan tidak mempengaruhi niat BKM dan Lurah untuk tetap merekrut TAP sekarang juga. Dan Tim Teknis yang terdiri dari berbagai unsur Pemerintah Kota Pekalongan turut mendukung dengan memfasilitasi kegiatan tersebut di Ruang Rapat BAPPEDA pagi ini, Sabtu 8 Oktober 2011.

Undangan yang terdiri dari Tim Teknis, Lurah Kraton Kidul dan Kramatsari, Koordinator BKM Aji Rasa dan Barokah, Ketua LKM Kelurahan Kraton Kidul dan Kramatsari, Camat Pekalongan Barat, Koordinator PNPM MP, Askot Urban Planner dan Senior Fasilitator serta Faskel UP Tim 1 dan Tim 3 hampir semua hadir menyaksikan proses penandatanganan SPK TAP dari 2 (dua) kelurahan penerima program PLPBK tahun 2009 tersebut.


Acara di buka langsung oleh Koordinator Tim Teknis, bapak Ir. Sochib Rochmat, M.Pi dengan memberikan pengarahan mengenai program PLPBK kepada TAP yang telah direkrut. Kemudian penjelasan mengenai Surat Perjanjian Kerja TAP seperti tugas, target, termijn pembayaran dan sebagainya dilakukan oleh Agung Bagus Armianto, ST selaku Askot Urban Planner yang dilanjut dengan diskusi dan pemberian masukan mengenai kontrak yang telah disusun. Setelah itu para TAP dari 2 (dua) Kelurahan diberi waktu untuk memperkenalkan diri kepada seluruh undangan yang hadir.
Wakil Tim Teknis dari DPUPT bapak Abdul Rosyid, ST menegaskan, "Belajar dari lokasi pilot, kami harap TAP harus fokus pada lokasi dampingan dan tugas yang telah diberikan. Jangan sampai putus di tengah jalan dan tidak mendapatkan hasil apa-apa." 

"Silakan bekerja secara tim karena tentunya akan sangat efektif, akan tetapi jangan dilupakan tanggungjawab tetap kepada nama yang tertera di dalam SPK supaya tidak terjadi ketidakjelasan pada kontrak" tambah bapak Sochib.
Akhirnya dicapai kesepakatan yang tidak merugikan pihak manapun pada acara tersebut, hal itu di buktikan dengan penandatanganan SPK oleh Lurah dan Koordinator BKM selaku Pihak Pertama, TAP selaku Pihak Kedua dan Koordinator PNPM Kota Pekalongan ibu Sri Ratnawati, S.Sos serta Koordinator Tim Teknis selaku pihak yang mengetahui.
Semoga dengan niat dan awal yang baik ini dapat mendukung tercapainya semua target yang telah di tentukan dalam siklus pemasaran program PLPBK di Kota Pekalongan. Ya, bukan sekedar dana untuk pembangunan fisik tetapi dukungan semua pihak untuk perubahan perilaku masyarakat harus diwujudkan.